Wednesday, August 15, 2012

Kata Ayah

Kata ayah, waku aku lahir ayah lagi masa pemulihan operasi usus buntu.
Kata ayah, nama 'Ligar Rahayu Ningtiyas' itu pemberian dari alm. kakekku yang artinya bunga mekar yang lahir dengan selamat dan bisa menghidupkan suasana di dunia jadi lebih indah.
Kata ayah, ketika aku belajar jalan memakai roda, aku pernah terjatuh dari ketinggian 70cm, iya karna dulu untuk masuk kerumahku harus menaiki tangga dulu. Dan aku terjatuh dari situ tapi tidak ada luka yang benar-benar serius? ayahku bersyukur sekali kala itu.
Kata ayah, waktu aku masih balita aku sosok yang penakut dan pemalu sekali.
Kata ayah, dulu aku suka susah kalau disuruh makan, makanya aku kurus sampai sekarang.
Kata ayah, waktu aku masih kecil dulu, aku suka makan roti croissant isi sossis sama bubur tim pake irisan bayam dan keju buatan ayahku.
.......
Kata ayah, dulu aku anak yang tidak punya percaya diri.
Kata ayah, waktu aku masih sekolah di TK, aku masih penakut. Bahkan untuk meloncati balok-balok pun aku tidak berani.
Kata ayah, dulu aku sering diajak jalan-jalan ke tempat yang agak ramai untuk memunculkan rasa percaya diri dan keberanian ku. Aku tidak mengerti waktu ayah berkata seperti itu. Ayah memulainya dari hal yang terkecil. Contoh, bila aku diajak makan di sebuah restaurant, ayahku selalu menyuruhku untuk membayar makananku sendiri ke kasir. Tujuannya, masih tetap untuk memunculkan rasa percaya diriku. Aku masih tidak mengerti. Ayah sering mengajakku ke Taman Lalu Lintas untuk mengajariku mengendarai sepeda, yang padahal aku dulu tidak berani sama sekali.

Kata ayah, rasa percaya diriku mulai muncul sedikit demi sedikit. Aku mulai berani melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu aku takutkan. Seperti tampil di acara Maulid Nabi sebagai pembaca surat-surat pendek, menari di acara 17an di komplekku, tampil kabaret di acara perpisahan TK ku, dan masih banyak lagi.
Kata ayah, waktu keberanianku sudah mulai muncul, banyak pihak yang menghalangiku. Jadi gini ceritanya, kira-kira wakut aku kelas 1 SD, aku ingiiin sekali tampil menari lagi di acara 17an. Aku ingin tampil menari lagi dengan anak-anak yang 4tahun lebih tua dariku (kelas 5sd). Pada waktu pentas, aku sudah senang sekali, tapi ternyata ibu pelatihnya tidak mengizinkan aku untuk tampil karena takut aku akan mengacaukan. Aku sedih sekali waktu itu dan langsung menangis mengadu pada ayahku. Ayahku marah, dan segera bicara sama ibu pelatih tersebut, berkat ayahku aku bisa tampil lagi disana. Wah aku girang sekali.
Kata ayah, untuk membimbing aku jadi anak pemberani itu harus pelan-pelaaaaaaaaan sekali. Harus perlahan.
Kata ayah, dulu aku sering terjatuh. Dari mulai jatuh karna dibonceng oleh ibuku yang menyebabkan lututku robek dan bibirku berdarah-darah, jatuh dari sepeda, jatuh dari pohon ceri hahahaha. Kata ayah "banyak kenangan jatuh di kulit-kulit kamu itu"
..........
Kata ayah, dulu aku paling suka dibonceng ayahku naik motor dan aku duduk di depan. Tapi aku suka marah-marah kalau hujan turun deras tiba-tiba dan air hujan itu terasa menusuk-nusuk mukaku. Terasa perih, apalgi kalau airnya kemasukan ke mataku, aku pasti langsung mencak-mencak.
Kata ayah, dulu kalau lagi dibonceng naik motor dan aku duduk dimotor, aku gampang tertidur, jadi ayahku harud menyetir sambil memegangiku karna takut aku terjatuh.
Kata ayah, dulu aku dilarang sekali untuk makan permen banyak-banyak, jadi tiap kali aku jajan permen, dan tiba-tiba ayahku pulang dari kerjanya aku segera membuang permen itu jauh-jauh, karna takut dimarahin.
Kata ayah, dulu aku sering ngambek kalau diajak pergi ayahku. Karena ayahku selalu memilihkan aku baju model anak cowo, dan aku tidak suka itu.
.........
Kata ayah, keberanianku sudah semakin muncul semenjak aku SD kelas 3. Ayahku tidak melarangku memukul teman laki-lakiku apabila dia nakal kepadaku.
Kata ayah, aku selalu diajari untuk tetap berani tampil, baik itu disekolah,dilingkungan rumah, dandi lingkungan masyarakat.
Kata ayah, ketika aku beranjak remaja aku terlihat sangat tomboy. Padahal, waktu kecil aku tidak suka penampilan yang seperti anak laki-laki.
Kata ayah, mencuri start dalam pelajaran itu wajib hukumnya. Ayah selalu memotivasiku untuk lebih maju dari teman-temanku. Aku harus berani bertanya pada guru, maju kedepan bila ada soal yang harus dipecahkan.
Kata ayah, mukaku jutek sekali. Makanya ayah sering menyarankan ku untuk lebih suka senyum, atau untuk sekedar basa-basi pada orang lain.
..........
Kata ayah, waktu aku kelas 6, aku masih belum diperbolehkan menggunakan internet. Aku marah pada saat itu. Tapi sekarang, aku mulai mengerti, tujuan ayah seperti itu semata-mata supaya aku bisa fokus belajar untuk sukses mengikuti Ujian Nasional pertamaku. Hasilnya, aku berhasil mendapat peringkat 3 nem terbesar se-sekolah dasarku.
Kata ayah, itu merupakan pencapaianku. Dan masih banyak pencapaian lainnya yang mesti aku raih.
Kata ayah, tunda kesenangan, bersusah-susahlah dulu, bersikap prihatin. Aku bingung dengan kata 'prihatin' dalam benakku aku harus hidup susah dulu. Tapi ternyata bukan, maksud ayahku adalah aku harus mandiri, hidup sederhana, bisa melakukan pekerjaan rumah. Sebab, nanti bila aku sudah besar aku pasti akan menghadapi hal-hal seperti itu. Ayah hanya memberiku bekal untuk itu semua.
........
Kata ayah, berteman itu sama siapa aja. Tidak perlu takut untuk berteman dengan orang kaya, tidak perlu minder akan hal itu. Yang penting, aku punya wawasan yang luas.
Kata ayah, sekarang kepercayaan diriku sudah melekat. Didikan ayahku sudah nempel pada diriku. Sampai salah satu guruku mengatakan bahwa aku siswa yang percaya diri, supel, punya skill yang bagus dalam sosialisasi. Kata ayah, itu merupakan pencapaianku juga.
Kata ayah, aku ini 'anak ayah banget' aku sangaaaaaaat dekat dengan ayahku dibanding dengan ibuku. Sifat dari ayahku banyak yang menurun padaku, kemampuanku dalam bidang komputerpun itu diwariskan dari ayahku :D

Semuanya yang aku ingat penuh dengan 'Kata Ayah' ya memang semua ayahku yang memberikan ku pelajaran, ayah yang mendidikku, ayah yang memotivasikanku, ayah yang tahu betul apa yang aku suka dan apa yang aku benci, ayah yang tahu bagaimana proses pertumbuhanku, pokoknya semua berkat ayah, dan ibu dan mama tentunya. Mereka segalanya untukku, tapi ayah punya ruang khusus dikehidupanku. hehehehehe. Masih banyak 'kata ayah' yang lain yang tidak bisa ditulis disini, masih ada 16 tahun 'kata ayah' yang lainnya hehe. Pokoknya aku sayang ayah sangat sangat sangat deh :D

Dedicated for my beloved Ayah, dan para ayahyang lainnya.
Kalian lebih dari batman,spiderman, atau apapun itu.

0 comments:

Post a Comment